Jumat, 23 Juni 2017

Pengertian dan Penjelasan Tense, Active Passive dan Comparative degree



·         Tense
Tenses merupakan perubahan kata kerja berdasarkan urutan waktu. Itu yang membedakan Bahasa kita, Bahasa Indonesia dengan Bahasa inggris. Dalam Bahasa Indonesia tidak ada perubahan kata  kerja meskipun kejadiannya berlangsung kemarin, sekarang atau besok. Tenses dibagi menjadi PRESENT ( Sekarang ), PAST ( Lampau ), dan FUTURE ( Akan Datang ). Dan jumlah keseluruhannya ada 16 Tenses.

1.    Simple Present Tense
Menyatakan kebiasaan, fakta, dan peristiwa masa sekarang.

Rumus :
Subject ( I, You, We, They ) =  ( + ): Subject + V-1

                                                  ( – ): Subject + do not + V-1

                                                  ( ? ): Do + Subject + V-1

Subject ( He, She, It ) = ( + ): Subject + V-1s/es

                                       ( – ): Subject + does not + V-1

                                       ( ? ): Does + Subject + V-1

Contoh Kalimat :
( + ) Dodi reads a book

( – ) I don’t read a book

( – ) Does he read a book?

2.    Simple Past Tense
Menyatakan peristiwa di masa lampau.

Rumus :

 ( + ): Subject + V-2

 ( – ): Subject + did not + V-1

 ( ? ): Did + Subject + V-1

Contoh Kalimat :
( + ) Dodi went to beach yesterday.

( – ) I didn’t read a book

( – ) Did he read a book?

3.    Simple Future Tense
Menyatakan peristiwa yang akan dilakukan masa sekarang.

Rumus :
( + ): Subject +  Will + V-1

      ( – ): Subject + Will not + V-1

( ? ): Will+ Subject + V-1

Note :
Menggunakan “Going to”:

(+): S + be (am/is/are ) + going to + V-1

( – ): S + be (am/is/are) not  + going to + V-1

( ? ): be ( am/is/are ) + S + going to + V-1

Contoh Kalimat :

( + ) Dodi will return the book tomorrow

( – ) I will not buy a book

( ? ) will you buy a book?

4.    Present Continuous Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang sedang berlangsung sekarang atau saat pembicaraan berlangsung.

Rumus:
( + ): S + tobe (am, is are) + Verb I-ing

( – ): S + to be not + Verb I-ing

( ? ): To be + S + Verb I-ing

Contoh Kalimat :
( + ): She is cooking

( – ): She is not cooking

( ? ): Is she cooking

5.  Present Perfect Tense
Present perfect tense adalah bentuk kata kerja yang meyatakan suatu aksi (action) yang dimulah di masa lalu, dan telah selesai pada waktu tertentu sebelum detik ini (sekarang).

Rumus:
Present perfect tense dibentuk dari Subject ditambah auxiliary verb seperti “have” (untuk I, You, They, We) dan “has” (untuk She, He, It) dan ditambah dengan bentuk kata kerja ke-3 atau “Past Participle” (Baik Irregular verb maupun regular verb). Dan Selebihnya dapat ditambah Objek kalimat dan Adverb (Kata keterangan).

Contoh-contoh Kalimat Present Perfect Tense:
-They have walked to the cinema.

(Mereka telah berjalan ke bioskop)

-She has not (hasn’t) wanted me coming here.

(Ia perempuan tidak ingin saya dating kesini)

-The students have studied physic well.

(Murid-murid itu telah belajar pelajaran Fisika dengan sungguh-sungguh)

-The teacher has not come yet.

(Guru itu belum datang)

-You have come to the school .

(Kamu telah datang ke sekolah)

-Nobody has done well.

(Tak seorangpun telah melakukan dengan benar)

-I have gotten much money.



6.    Present Perfect Continuos Tense
Menyatakan tindakan atau peristiwa yang telah selesai dikerjakan pada masa lalu atau baru dimulai pada masa lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

Rumus:
( + ): S + has/have + been +  V1-ing

( – ): S + has/have not + been + V1-ing

( ? ): Has/Have + S + been + V1-ing

Contoh Kalimat :
( + ): She has been eating

( – ): She has not been eating

( ? ): Has shee been eating

7.    Past Perfect Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang berlangsang di masa lampau dan telah selesai pada waktu sebelum peristiwa lainnya terjadi.

Rumus:
( + ): S + had + V-3

( – ): S + had not + V-3

( ? ): had + S + V-3

Contoh Kalimat :
( + ): The taxi had left

( – ): The taxi had not left

( ? ): Had the taxi left?

8.    Past Continuous Tense
Menyatakan peristiwa tau tindakan yang terjedai pada waktu tertentu di masa lalu

Rumus:
( + ): S + was/were + Verb-ing

( – ): S + was/were not + Verb-ing

( ? ): was/were + S + Verb-ing

Contoh Kalimat :
( + ) I was studying last nite

( – ) They were not studying last nite

( ? ) was she studying  last nite

9.    Past Perfect Continous Tense
Menyatakan suata peristiwa atau tindakan dengan lama waktu tertentu yang telah selasai pada waktu tertentau pada masa lampau

Rumus:
( + ): S+ had + been +Verb-ing

( – ): S + had not + been + Verb-ing

( ? ): Had + S + been + Verb-ing

Contoh Kalimat:
( + ): They had been studying

( – ): They had not been studying

( ? ): Had they been studying?

10.  Future Perfect Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang akan sudah selesai pada suatu waktu pada masa mendatang.

Rumus:
( + ): S + will + have + V-3

( – ):S + will not + have + V-3

( ? ): Will + S + have + V-3

Contoh Kalimat:
( + ): They will have studied

( – ): They will not have studied

( ? ): Will they be studied?

11.  Future Continous Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang akan sedang terjadi pada suatu waktu tertentu pada masa mendatang

Rumus:
( + ): S + will be + Verb-ing

( – ): S + will not be + Verb-ing

( ? ): Will + S + be + Verb-ing

Contoh Kalimat :
( + ): She will be studying

( – ): She will not be studying

( ? ): Will she be playing

12.  Simple Past Future Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang akan dilakukan yang terjadi di masa lalu

Rumus:
Menggunakan would:

( + ): S + would + V-1

( – ): S + would not + V-1

( ? ): would + S + V-1

Menggunakan going:

( + ): S + was/were + going to + V-1

( – ): S + was/were not + going to + V-1

( ? ): Was/were + S + going to + V-1game bahasa inggris untuk perkenalan

Contoh Kalimat :
( + ): They would attend to this seminar

( – ): They were not going attend to this seminar

( ? ): Would they attend

13.  Past Future Continous Tense
Menyatakan peristiwa atau yang akan sedang dilakukan atau akan sedang terjadi pada masa akan datang ketika berada di masa lalu.

Rumus :
( + ): S + would/should + be + Verb-ing

( – ): S + would/should not + be + Verb-ing

( ? ): Would/should + S + be + Verb-ing?

Contoh Kalimat:
( + ): They would be studying

( – ): They would not be studying

( ? ): Would he be studying?

14.  Past Future Perfect Tense
Menyatakan  peristiwa atau tindakan yang akan telah dilakukan pada masa lampau

Rumus:
( + ): S + would/should + have + V-3

( – ): S + would/should + not + have + V-3

( ? ): Would/should + S + have + V-3

Contoh Kalimat:
( + ): Dian would have eaten

( – ): Dian would not have gone

( ? ): Would she have gone?

15.  Future Perfect Continuous Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang telah berlagsung sekian lama pada waktu tertenatu pada masa yang akan datang.

Rumus:
( + ): S + will + have + been + Verb-ing

( – ): S + will not + have + been + Verb-ing

( ? ): Will + S + have + been + Verb-ing

Contoh Kalimat:
( + ): Doni will have been eating

( – ): Doni will not have been eating

( ? ): Will they have been eating?

16.  Past Future Perfect Continuous Tense
Menyatakan peristiwa atau tindakan yang akan sudah berlangsung dalam waktu lama pada durasi waktu tertentu di masa lalu.

Rumus:
( + ): S + would/should + have + been +  V-ing

( – ): S + would/should + not + have + been +  V-ing

( ? ): Would/should + S + have +  been + V-ing

Contoh Kalimat:
( + ): Dian would have been sleeping

( – ): Dian would not have been sleeping

( ? ): Would she have been sleeping?




·         Active Passive

-       Penjelasan Active Voice

Active voice atau kalimat aktif dalam bahasa inggris merupakan sebuah kalimat yang subject atau pelau dari kalimat tersebut melakukan sebuah aktifitas atau melakukan sesuatu.

Rumus Active Voice:
S + Verb + Object+ Complement

Contoh Active Voice Dalam Kalimat Bahasa Inggris:
Ratna is writting an article now (ratna sedang menulis artikel sekarang)
my mom cooks a food for me every morning (ibuku memasak makanan setiap pagi untuk ku)
Dinda washes her cloth every afternoon (Dinda mencuci bajunya setiap sore)
Nia and Adi are playing football together (Nia dan Adi bermain sepakbola bersama-sama)
They love me so much (mereka sangat mencintaiku)
Rinda watch the drama every afternoon (Rinda menonton drama setiap sore)
Chika and ali are climbing the mountain (chika dan ali naik gunung)
Wahyu is drawing a cute picture (wahyu sedang menggambar sebuah gambar yang imut)

-       Penjelasan Passive Voice
Passive voice merupakan sebuah kalimat dalam bahasa inggris dimana subject atau pelaku dari kalimat tersebut terkena aksi.

Rumus Passive Voice:
S + Be + Past Participle + By Agent

Contoh Passive Voice Dalam Kalimat Bahasa Inggris:
My dog is fed by him (anjingku diberi makan oleh nya)
the letter is read by her (suratku di baca oleh nya)
My mom cooks a food and the food is eaten by us (ibuku emasak sebuah makanan dan makanan itu dimakan oleh kami)
The flower is bought by him to me (bunga nya di beli oleh nya untuk ku)
The present is bought by my daddy to me (kadonya dibeli oleh ayahku untuk ku)
the meat is baked my the chef (dagingnya dipanggang oleh juru masak)
the cake is cooked by my mother (kue nya di masak oleh ibuku)

Perbedaan Active Voice Dan Passive Voice Dalam Kalimat Bahasa Inggris:
Pada active voice subjectnya melakukan aksi
Pada Passive voice subject nya terkena aksi
Passive voice identik dengan penambahan kata ‘by’


·         Comparative Degree

Comparative degree merupakan bentuk perbandingan dalam bahasa inggris, digunakan untuk membandingkan 2 hal yang tidak setara karna kita telah tau mana yang lebih bagus atau lebih pas.

Comparative degree selalu ditandai dengan kata than ataupun akhiran -er.

Pola Dan Rumus Comparative Degree:
Comparative degree memiliki 3 pola dalam kalimat bahasa inggris dan masing-masing pola memiliki rumus nya.

1.    Pola Conjunction

Ada 3 rumus pada pola conjunction, yaitu sebagai berikut :
S + V + Adjective + er + Than + S + V
S + V + More + Adjective + Than + S + V
S + V + Irregular Comparison + Than + S + V

Contoh :
My sister is shorter than I am (adik perempuan ku lebih pendek dibanding aku)
Beach is more insteresting than mountain (pantai lebih menarik dibandingkan dengan gunung)
silent is better than anger (diam lebih baik dari pada marah)

2.    Pola Double Comparative
Yang dimaksud dengan pola double comparative yaitu memiliki 2 bentuk comparative dan ditandai dengan kata semakin…..semakin…

Contoh :
The darker, the hoter (semakin gelap, semakin panas)
the younger, the spoiler (semakin muda, semakin manja)
the fater, the hungrier (semakin gendut, semakin lapar)

3.    Pola Variasi
Pola variasi memiliki rumus sebagai berikut :
S + V + More + Than + S + V

Contoh :
she has houses more than he has (dia memiliki rumah lebih dari apa yang dia punya)
He works more than I work (dia bekerja lebih dari aku bekerja)
you have cars more than he has (kamu memiliki mobil lebih dari yang dia miliki).


Contoh Comparative Degree Dalam Kalimat:
She is more beautiful than me (dia lebih cantik dibanding aku)
My room is bigger than yours (kamarku lebih besar dibanding milik mu)
My husband is  more handsome than yours (suamiku lebih ganteng dibanding kamu)
I eat faster than you (aku maka lebih cepat dibandnig kamu)
my father is more patient than my mom (ayahku lebih sabar dibanding ibuku)
my teacher is  thiner than my mom (guruku lebih kurus dibanding ibuku)

this house is bigger than that house (rumah ini lebih besar dibanding dengan rumah itu)


Sumber: kuliahbahasainggris.com

Minggu, 30 April 2017

Artikel Bahasa Inggris Tentang Internet dan Terjemahannya





INTERNET

Nowadays, Internet has spread widely in Indonesia. Internet is so easy to access. But, talking about Internet there will be advantages and disadvantages of the Internet. There are so many advantages by using Internet, for example we can find any kinds of information that we need. For students Internet is very useful to help them learn some lessons. All Internet users can also communicate with others from around the world using social media like Facebook, twitter, e-mail etc. Internet also really help us to do our work.
But, on the other hand Internet also has disadvantages that might be harm us. There are so many criminal cases occur today due to the internet. For example, cases of sexual harassment are inspired by porn videos easily downloaded. Fraud case in the world of online trading, online gambling and the spread of provocative news that does not fit with the facts, and many more crimes caused by the Internet
However, the good or bad of the Internet is depends on ourself. Do we want to use it in bad way or good way? If we use Internet wisely, then we can take only the advantages of the Internet and vise versa.


Arti dalam Bahasa Indonesia:

Saat ini, Internet sudah menyebar luas di Indonesia. Internet sangat mudah untuk diakses. Tapi, berbicara tentang Internet akan selalu ada manfaat dan kerugian dari Internet. Ada banyak manfaat dari penggunaan Internet, sebagai contoh kita dapat menemukan berbagai informasi yang kita butuhkan. Untuk para pelajar Internet sangat berguna untuk membantu mereka mempelajari beberapa pelajaran. Semua pengguna Internet juga bisa berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh dunia dengan menggunakan sosial media seperti Facebook, twitter, e-mail dan lainnya. Internet juga sangat membantu pekerjaan kita.
Tetapi, di sisi yang lain Internet juga memiliki kekurangan yang mungkin bisa merugikan kita. Ada banyak kasus kriminal saat ini karena Internet. Sebagai contoh, kasus tentang kekerasan seksual yang terinspirasi dari video porno yang sangat mudah di download. Kasus penipuan online, perjudian online dan juga penyebaran berita provokatif yang tidak sesuai dengan fakta dan masih banyak lagi kasus-kasus kriminal yang disebabkan oleh Internet.
Bagaimanapun juga, baik atau buruknya Internet tergantung pada diri kita sendiri. Apakah kita ingin menggunakan Internet dengan cara yang baik atau buruk? Jika kita bisa menggunakan Internet secara bijak, dengan begitu kita bisa mengambil manfaatnya saja dari Internet dan begitupun sebaliknya.

Kamis, 30 Maret 2017

Tugas 1 Bahasa Inggris Bisnis

Playing computer games relieves amputees' phantom pain: Study

Amputees who played computer games using a virtual, on-screen arm, experienced relief from the phantom pain that often afflicts people who have lost a limb, scientists said Friday.

Fourteen amputees who took part in a trial reported dramatic pain reduction after 12 sessions which saw them "using" their missing arm in virtual reality.

Patients reported a near 50% reduction in pain duration, frequency and intensity, according to a study published in The Lancet medical journal.

"The results from our study suggest that it may be useful to 'exercise' the phantom limb," said study lead author Max Ortiz Catalan of the Chalmers University of Technology in Sweden.

People who have lost an arm or leg often report pain where the limb used to be -- sometimes years after the amputation and often severe enough to affect their quality of life and mental health.

Phantom limb pain occurs when nerve endings at the amputation site continue sending pain signals to the brain, making it think the limb is still there.

There are few effective treatments.

One existing method involves the patient use their remaining arm while looking in a mirror to make it appear to the brain, in the reflection, as if it is the missing arm moving.

It does not always work and cannot be used by double amputees.

The virtual reality therapy is based on a similar premise. It makes the patient "move" the lost arm to perform certain on-screen tasks, including steering a video game car.

The patients see themselves on the screen with a virtual arm where their real limb used to be, and see it move as they control it with their mind -- effectively bringing the aching phantom arm to life.

The participants had electrodes attached to their stumps to register the signals sent to the brain.

The method "allows the patient to reactivate areas of the brain that were used to move the arm before it was amputated, the university said in a statement.

"No other existing treatment for phantom limb pain generates such a reactivation of these areas of the brain," it added.

The treatment would not be suitable for patients with nerve injuries or those who cannot move their stumps, the authors noted.



Sentences in the article :
Simple Past Tense : -
-          Fourteen amputees who took part in a trial reported dramatic pain reduction  after 12 sessions ( Subjet + V2)

Present Perfect Tense :
-          People who have lost an arm or leg often report pain where the limb used to be (Subject + have/has + V-3)

Simple present tense :
-          Fourteen amputees who took part in a trial reported dramatic pain reduction after 12 sessions (Subject  + V-1s/es) positive
-          It does not always work (Subject + does not + V-1) Negative





Minggu, 22 Januari 2017

Metode Peramalan Untuk Memprediksi Trend


METODE PERAMALAN (FORECASTING)


Peramalan (forecasting) : adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dengan menggunakan data historis dan memproyeksikannya ke masa depan dengan beberapa bentuk model matematis.
Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak dicapai. Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara lain :
  • Peramalan berdasarkan jangka waktu :
1. Peramalan jangka pendek ( kurang satu tahun, umumnya kurang tiga bulan : digunakan untuk rencana pembelian, penjadwalan kerja, jumlah TK, tingkat produksi),
2. Peramalan jangka menengah ( tiga bulan hingga tiga tahun : digunakan untuk perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi dan menganalisis berbagai rencana operasi),
3. Peramalan jangka panjang ( tiga tahun atau lebih, digunakan untuk merencanakan produk baru, penganggaran modal, lokasi fasilitas, atau ekspansi dan penelitian serta pengembangan).
  • Peramalan berdasarkan rencana operasi
  1. Ramalan ekonomi  : membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi dan indikator perencanaan lainnya,
  2. Ramalan teknologi :       berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi dan  produk baru,
  3. Ramalan permintaan : berkaitan dengan proyeksi permintaan terhadap produk perusahaan. Ramalan ini disebut juga ramalan penjualan, yang mengarahkan produksi, kapasitas dan siatem penjadualan perusahaan.

  • Peramalan berdasarkan metode / pendekatan :
1. Peramalan kuantitatif, menggunakan berbagai model matematis atau metode statistik dan  data historis dan atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan.
2. Peramalan kualitatif, menggunakan intuisi, pengalaman pribadi dan berdasarkan pendapat (judment) dari yang melakukan peramalan.
METODE PERAMALAN :
Peramalan berdasarkan metode terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Metode Kuantitatif
  • Metode Peramalan Kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,
  2. Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).
1. Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi :
  1. Rata-rata bergerak (moving averages),
  2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
  3. Proyeksi trend (trend projection)
Penjelasan:
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
  • Rata-Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil  :
  • Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru :
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.
2. Model / metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
  1. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
  2. Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
  3. Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.
Peramalan menggunakan metode regresi:
Penggunaan metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :
  1. Adanya informasi masa lalu
  2. Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
  3. Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.
Adapun data- data yang ada dilapangan adalah :
  1. Musiman (Seasonal)
  2. Horizontal (Stationary)
  3. Siklus (Cylikal)
  4. Trend
Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis yang dapat digunakan yaitu :
  1. Analisi deret waktu(Time series), merupakan analisis antaravariabel yang dicari dengan variabel waktu
  2. Analisis Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi.
Ada dua pendekatan untuk melakukan peramalan dengan menggunakan analisis deret waktu dengan metode regresi sederhana yaitu :
  1. Analisis deret waktu untuk regresi sederhana linier
  2. Analisis deret untuk regresi sederhana yang non linier
Untuk menjelaskan hubungan kedua metode ini kita gunakan notasi matematis seperti:
Y = F (x)
Dimana :
Y = Dependent variable (variabel yang dicari)
X = Independent variable (variabel yang mempengaruhinya)
Notasi regresi sederhana dengan menggunakan regresi linier (garis lurus) dapat digunakan sebagai berikut :
Y = a + b x
Dimana a dan b adalah merupakan parameter yang harus dicari. Untuk mencari nilai a dapat digunakan dengan menggunakan rumus :

kemudian nilai b dapat dicari dengan rumus :

2. Metode Kualitatif
Metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalamanseseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :
  1. Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
  2. Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.
  3. Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.
  4. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.
Memantau Ramalan
  • Bila peramalan sudah selesai, yang paling adalah tidak melupakannya. Sangat jarang manajer yang ingin mengingat bila hasil ramalan mereka sangat tidak akurat, tetapi perusahaan perlu menentukan mengapa permintaan aktual (variabel yang diuji) secara signifikan berbeda dari yang diproyeksikan.
  • Salah satu cara untuk memantau peramalan  guna menjamin keefektifannya adalah menggunakan isyarat arah.
  • Isyarat Arah (Tracking Signal) : adalah pengukuran tentang sejauh mana ramalan memprediksi nilai aktual dengan baik
  • Isyarat Arah, dihitung sebagai jumlah kesalahan ramalan berjalan (running sum of the forecast error, RSFE) dibagi dengan deviasi absolut mean (MAD)
Prosedur Peramalan
Dalam melakukan peramalan terdiri dari beberapa tahapan khususnya jika menggunakan metode kuantitatif. Tahapan tersebut adalah:
  1. Mendefinisikan Tujuan Peramalan
Misalnya peramalan dapat digunakan selama masa pra-produksi untuk mengukur tingkat dari suatu permintaan.
  1. Membuat diagram pencar (Plot Data)
Misalnya memplot demand versus waktu, dimana demand sebagai ordinat (Y) dan waktu sebagai axis (X).
       3.      Memilih model peramalan yang tepat
Melihat dari kecenderungan data pada diagram pencar, maka dapat dipilih beberapa model peramalan yang diperkirakan dapat mewakili pola tersebut.
  1. Melakukan Peramalan

  1. Menghitung kesalahan ramalan (forecast error)
Keakuratan suatu model peramalan bergantung pada seberapa dekat nilai hasil peramalan terhadap nilai data yang sebenarnya. Perbedaan atau selisih antara nilai aktual dan nilai ramalan disebut sebagai “kesalahan ramalan (forecast error)” atau deviasi yang dinyatakan dalam:
et = Y(t) – Y’(t)
Dimana : Y(t)  = Nilai data aktual pada periode t
Y’(t) = Nilai hasil peramalan pada periode t
t       = Periode peramalan
Maka diperoleh Jumlah Kuadrat Kesalahan Peramalan yang disingkat SSE (Sum of Squared Errors) danEstimasi Standar Error (SEE – Standard Error Estimated)
SSE = S e(t)2 S[Y(t)-Y’(t)]2
  1. Memilih Metode Peramalan dengan kesalahan yang terkecil.
Apabila nilai kesalahan tersebut tidak berbeda secara signifikan pada tingkat ketelitian tertentu (Uji statistik F), maka pilihlah secara sembarang metode-metode tersebut.
  1. Melakukan Verifikasi
Untuk mengevaluasi apakah pola data menggunakan metode peramalan tersebut sesuai dengan pola data sebenarnya.
METODE PERAMALAN LAINNYA
  • Metode Market Experiment (Percobaan Pasar)
Yaitu suatu cara untuk membuat peramalan permintaan dengan melakukan uji coba pada segmen atau bagian pasar tertentu. Uji coba dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan. Metode ini biasanya digunakan untuk produk baru atau produk yang mengalami inovasi atau pengembangan.
–          Contoh: Pada produk Rokok Halim diberikan kepada konsumen secara gratis selama 1 bulan di berbagai tempat untuk mengetahui respon konsumen terhadap produk tersebut atau memberi diskon saat produk ini launching. Setelah respon masyarakat bagus, lalu Hilam dijual secara bertahap yaitu Rp 2.500,00 lalu dijual secara stabil pada harga Rp 4.000,00 karena termasuk produk baru oleh karena itu tetap dijual di bawah harga pasar agar dapat menarik minat konsumen.
  • Metode Peramalan Dengan Pendekatan Marketing Research

Dalam melakukan peramalan permintaan konsumen, berbagai metode dapat digunakan terutama dengan pendekatan penelitian pemasaran (Marketing Research) karena bagian pemasaranlah yang secara langsung berhubungan dengan konsumen. Metode peramalan yang sering digunakan yaitu:
–          Survey Pelanggan
Survey pelanggan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui sikap dan persepsi konsumen atau pelanggan dengan cara mewawancarai konsumen secara langsung atau memberikan kuisioner yang sudah dipersiapkan. Biasanya juga disertakan nomer telephone atau alamat pada suatu produk agar konsumen bisa secara leluasa menyampaikan saran ataupun kritik.
Daftar Pustaka : http://marcoturnip.blog.widyatama.ac.id/2015/09/27/metode-peramalan-forecasting/